Tips Main AduQ | Tips Main BandarQ | Tips Main Sakong | Cara Curang Main BandarQ| Cara Curang Main Sakong | Cara Curang Main AduQ | Cara Hack AduQ | Cara Hack BandarQ | Cara Hack Sakong | Cheat Hack AduQ | Cheat Hack BandarQ | Cheat Hack Sakong | Link Retas AduQ | Link Retas Bandar Sakong | Link Retas BandarQ| Link Retas Bandar Poker | Link Retas Dominoi99 | Link Retas Poker |

Tips Main AduQ | Tips Main BandarQ | Tips Main Sakong | Cara Curang Main BandarQ| Cara Curang Main Sakong | Cara Curang Main AduQ | Cara Hack AduQ | Cara Hack BandarQ | Cara Hack Sakong | Cheat Hack AduQ | Cheat Hack BandarQ | Cheat Hack Sakong | Link Retas AduQ | Link Retas Bandar Sakong | Link Retas BandarQ| Link Retas Bandar Poker | Link Retas Dominoi99 | Link Retas Poker | 

Saturday, November 25, 2017

Gara-gara Tikus, Seorang Warga Surabaya Meninggal: Badannya Menguning dan Muntah-muntah

AgenBandarSakong | SitusOnline | Sakongchips | Mesinuang | Antikalah |
Antikalah.net Sukatono (49), warga Jalan Dukuh Karangan, meninggal di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Sabtu (18/11/2017) malam.

Ia diduga meninggal karena virus yang disebarkan tikus.

Sigit, Ketua RT 010 RW 003, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, kepada KOMPAS.com, Senin (20/11/2017), mengatakan, jenazah Sukatono dimakamkan pada Minggu (19/11/2017) di pemakaman umum daerahnya.

Sukatono, menurut dia, sakit sepekan terakhir.

Baca Juga : 



Dia mengira warganya itu hanya sakit biasa.

Namun, setelah dibawa ke rumah sakit, dokter menyebut Sukatono diduga terserang virus yang disebarkan tikus.

"Baru akan uji laboratorium kedua, Pak Sukatono meninggal," tuturnya.

Tidak hanya Sukatono, Suparmi, istri Sukatono, juga diduga mengalami penyakit yang sama.

Saat ini dia sedang dirawat di RS Wiyung Sejahtera Surabaya.

Tidak hanya Suparmi dan mendiang suaminya, tiga putra Suparmi juga sempat sakit demam.

Ketiganya adalah Yuda Dimas Husaini (18), Aurel Avilia Husaini (8), dan Aura (3).

"Sekarang ketiganya sudah mulai membaik, tetapi dirawat di rumah keluarganya," kata Sigit.
Baca Juga


Sukatono dan Suparmi mengalami gejala sakit yang sama, seperti muntah, makanan tidak bisa masuk, tubuh menguning, dan bahkan lemas dan tidak bisa bergerak apalagi berdiri.

Atas kejadian itu, Pemkot Surabaya mengirim tim Linmas ke rumah Suparmi untuk memburu tikus, Senin (20/11/2017).

Lima ekor tikus ditangkap, 3 di antaranya mati dan 2 sisanya dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti sebagai sampel.

Tidak hanya memburu tikus, tim Linmas juga membersihkan perabot rumah milik Suparmi yang dinilai tidak layak pakai.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya belum bisa dikofirmasi.

Namun, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser berjanji akan menggelar konferensi pers khusus menyikapi dugaan penyebaran virus tikus tersebut, Selasa (21/11/2017). (*)


Sumber : Grid
DAFTAR LINK RETAS SESUAI PERMAINAN *(BandarQ)* *(AduQ)* *(Sakong99)* *(Ceme online)* *(Bandar Poker)*
Share:

0 comments:

Post a Comment

Copyright © Anti Kalah | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com